How to Complain to the TransJakarta.

  1. Go to your Twitter account. If you don’t have one, registering is quick and easy.
  2. Mention your complain to Twitter resmi Unit Pengelola Transjakarta Busway at @BLUTransJakarta, and if you want you can follow it. Please note that you have to mention at least ten times in a row, like what I did below, so the person behind its Twitter account can CLEARLY see and quickly perform a follow-up.

    Mine for @BLUTransJakarta

  3. Selanjutnya tinggal tunggu account yang bersangkutan membalas tweet-mu via Direct Message (DM), just because they too afraid to ruin their own reputation as a mid-level transportation provider in this country.

    A direct message from @BLUTransJakarta

  4. Depends on the reply, kalo mereka minta nomer teleponmu, berikan saja, sesegera mungkin orang BLUTJ akan menghubungi. Harap mengingat detail kejadian dan ceritakan selengkap mungkin. Kalo misalnya pihak mereka terlalu takut untuk menghubungi via telepon, ber-balas-balas-an sajalah lagi via Twitter, pokoknya jangan sampai follow up dari mereka putus sebelum mereka mengetahui detail kejadian yang jelas.
  5. Setelah mulut berbusa (atau jari jari pegal karena kepanjangan ngetik), beri waktu 2-3 hari untuk memantau perkembangannya. Pengalaman gw sih, pihak BLUTJ kembali menginfo lewat DM.

    Next direct message from @BLUTransJakarta

  6. Dalam kasus gw, karena melibatkan petugas barrier (tukang nyobek tiket) di salah satu shelter, untuk sementara gw tidak melihat lagi petugas tersebut bekerja di halte yang sama. Entah dia di-rolling ke shelter lain atau simply, dirumahkan (ini gw lebih seneng ;p), yang jelas, the next time I see him, he only visited his colleague and wore regular clothes. I can’t pretend not to be happy. #cruel
  7. Mungkin complain juga bisa dilakukan via Facebook. Karena percuma menelepon mereka, feeling gw mengatakan yang mengangkat pasti malas2an menjawab. E-mail? Mana punya. Jika BLUTJ tidak merespon di social media? Pakailah senjata terakhir, mention terakhir kali dengan ultimatum akan membawa kasusmu ke surat pembaca. Kalo menurut cerita akhir2 ini sih, perusahaan2 pada takut kalo udah nyebut surat pembaca ;p

 

Kasus gw sudah agak lama, tapi gw ga rela kalo ga di-share. Kenapa gw komplen membabi-buta? Karena keterlaluan. Normally I’m an easy person, gw juga tidak minta dilayani khusus oleh layanan transportasi umum yang notabene tidak tahu cara melayani masyarakat dengan benar, tapi siapalah yang mau diperlakukan kayak bukan manusia. Mau cara pramudi bawa busnya ugal2an kek, mau satgasnya peduli-gak-peduli penumpang udah dempet2an, etc, etc, biasa gw nyantai aja. Puncak kekesalan gw adalah seperti case di atas, bener2 gw pengen kasih pelajaran, although I doubt that person learned something from that.

Yang gw agak bingung, BLUTJ koq beraninya di dm Twitter ya. Tapi ya sudahlah, daripada tidak ditanggapi sama sekali. Mungkin di BLUTJ sekarang ada Divisi G4oul.

 

Selamat mencoba!

 

 

TSS.