Bully.

Gw sedang membaca baca timeline twitter. Dan ketemulah satu tweet seperti ini:

a sample of bully-sounded tweet

a sample of bully-sounded tweet

Normally, I don’t really care what other people tweets, but this one is an exception. Buktinya gw langsung bereaksi, dengan meng-capture timeline-nya dan membalas dengan hashtag BULLY. Karena menurut gw ini seperti ‘ajakan’ kepada anak muda (anak gadis, utamanya) untuk bertindak iseng. Nah coba kalo ada yang ngikutin tweet ini, dan mem-post foto teman sebangkunya lagi ‘bengong’? Apa tujuannya coba? Untuk dinikmati dan ditertawakan? Kalau ada foto yang (amit2) menggambarkan ‘kebengongan’ itu dengan sangat parah, apakah kemungkinan akan di-retweet dan ditertawakan oleh lebih banyak orang?

Sebeginikah ‘kewajiban’ bagi sebuah brand kecantikan remaja untuk tetap meng-update timeline-nya, sehingga tidak bisa memikirkan hal yang lebih baik, lebih positif, ketimbang sekedar cuap2 ngajakin followernya twitpic tampang orang laen lagi bengong? Lah mungkin saja orang itu sedang tidak bengong, tapi lagi mikirin hal lain, mana tahu dia bahkan lagi punya masalah? Apakah kita pernah mikir sampe kesitu saat sedang sembarangan nge-snap muka orang? Gw rasa tidak. Dan apalagi remaja2 labil yang umurnya di bawah 20, tapi sudah bebas menggunakan smartphone, begitu ngebaca tweet seperti ini yang bernada persuasif, mungkin tanpa pikir panjang langsung balik kiri balik kanan mencari ‘mangsa/korban bengong’.

Gila. Satu kata yang menggambarkan semuanya. Post yang tidak bertanggung jawab. Bully. Yang lebih lucu, tweet sebelumnya adalah salam dan ucapan yang baik, tapi tidak diteruskan dengan hal yang sama. Memang namanya social media, orang bebas bersuara. Tetapi gw tidak habis pikir, bahkan gw mikir keras apa hubungannya produk Belia dengan nge-twitpic tampang orang laen lagi bengong. Apa hubungannya kehidupan dan euphoria ‘remaja yang aktif, dinamis, dan modern’ dengan tindakan iseng yang mungkin suatu hari bakal merugikan pihak lain. Bikin malu. Adminnya siapa sih, dalem hati. Mungkin gw lebay kali ya, “begini doank dibesar2in.” Oh, no. Ini namanya menimbulkan ‘digital drama’. Dari hal kecil beginilah yang bikin para remaja/anak di bawah umur lebih cepat galau, akhirnya bunuh diri. Google noh kalo masih tidak tahu.

Sekali lagi, social media, orang bebas bersuara. Tapi mikir dulu keq kalo nulis sesuatu. Apalagi kalau account-nya mewakili sebuah merek yang dikenal banyak orang (remaja, once again!!!) dan tentu tidak mau reputasinya terganggu hanya karena satu ajakan iseng. Goblok.

 

==============================================================

Update:
Reply dari account twitter Martha_Tilaar, parent company the so-called teenage beauty brand:

The reply

The reply

And this morning I checked, ‘the tweet’ was still there. Well, that’s ok, at least they’ve said something about it.

TSS.