Tokopedia Experience: Penjual Memanfaatkan Celah untuk Mengulur Waktu Pengiriman Barang.

New post. Still a complaint-type one.

Langsung aja. Soalnya udah ditahan tahan keselnya dari 2 minggu lalu. Pihak pihak yang terlibat adalah gw dan si penjual bangsat (selanjutnya gw sebut ‘PB’). Kronologi:

1. Tanggal 12 Februari gw pesen barang lewat tokopedia.com.

2. Tanggal 13 Februari gw bayar via transfer ke rekening Tokopedia (selanjutnya gw singkat TP) dan konfirmasi pembayaran.

3. Tanggal 15 Februari PB konfirmasi balik bahwa pesenan gw lagi diproses.

4. Tanggal 17 Februari muncul notif info nomor resinya. (gila ya, dua hari kemudian baru dikirim pesenan gw. Tapi saat itu gw masih toleransi, yah siapa tahu PB kebanjiran dan pakaiannya tidak ada yang kering sehingga dia tidak bisa jalan keluar rumah untuk ke JNE untuk ngirim pesenan gw)
Gw lacak nomor resi itu di web JNE tidak ketemu (“Airway bill not found”, katanya). Gw pikir memang proses di JNE nya yang belum input resi itu ke dalam sistem.

5. Tanggal 18 Februari status lacaknya juga masih belum ketemu. Gw kirim PM ke PB. Gw bilang tolong cek apakah salah ketik. PB cuma menjawab “mohon tunggu y, trims”. Gw pikir yang dimaksud “mohon tunggu” adalah PB mau cek resinya salah ketik atau mau cek status kirimannya ke JNE, ternyata maksudnya adalah… tidak jelas memang.

6. Tanggal 21 Februari status resi gw masih juga tidak ditemukan di web JNE. Perlu diketahui barang itu papa gw yang minta beliin, beliau tinggal di luar daerah, bisa dibayangkan was was nya menunggu kiriman sampai. Gw PM kembali ke PB minta untuk kertas resinya difoto aja karena gw mau cek sendiri ke JNE.

7. Sampai tanggal 23 Februari, PM gw tidak dibalas. Dari sini gw sudah mulai merasa PB mengulur ulur waktu. Tidak mungkin dia tidak pegang resi aslinya, kan? Tapi kemudian akhirnya PB balas, dengan jawaban yang sangat enteng dan santai, “maaf resi mengalami kendala, biar saya coba hubungi pihak jne, mohon tunggu”. Kenapa ngga dari kemarin, nyet?

8. Masih di hari yang sama, gw kembali balas untuk minta foto resi. Gw sudah ngga percaya dengan manusia PB ini.

9. Tanggal 24 Februari PB baru balas lagi “maaf bila ad kendala. saya sudah kirim ulang. mohon tunggu.” Kemudian PB balas lagi dengan nomor resi berbeda, dan status order di halaman TP pribadi gw berubah menjadi “Perubahan nomor resi pengiriman”. Gw sama sekali tidak mau menganggap resi baru ini adalah akhir dari segalanya, maka gw tetap minta foto resi tersebut. Dibalas oleh PB, “maaf resi sedang dalam penitipan di jne, bisa cek di http://www.jne.co.id/”. Gw bukan orang bodoh, sejak resi pertama juga sudah bisa dilacak langsung dari TP, kenapa baru sekarang dia seakan meyakinkan dan mengarahkan gw untuk cek ke web JNE? Pembenaran bahwa resi pertama yang dia kasih palsu?

10. Sampai hari ini tidak ada respon mengenai foto resi baik ke PM TP ataupun email pribadi gw.

TP biasa akan otomatis membatalkan order kalau tidak ada proses dari penjual dalam 3 hari. Dari kronologi di atas bisa dilihat: dari tanggal 12 ke 15 berarti PB mengulur waktu semaksimal mungkin (2 hari) untuk dia proses order gw.

Dari tanggal 15 ke 17 PB ulur waktu lagi 2 hari untuk infoin nomor resi atas orderan gw (yang ga jelas statusnya sampe sekarang, apakah itu resi asli yang tidak terkirim atau PB berangan angan memiliki agen JNE tetapi tidak kesampaian hingga dia malah ngarang nomor resi sendiri).

Dari tanggal 21 ke 23 PB ulur waktu lagi 2 hari entah untuk apa. Baru pada tanggal 23 itu dia kirim resi baru.

Kesimpulan:

1. Si bangsat ini sengaja mengulur waktu sampai batas maksimal proses order di TP supaya ordernya tidak ter-cancel otomatis.

2. Resi pertama adalah palsu, dan sejak awal memang barang gw tidak pernah dikirim. Tidak pernah ada pengiriman tanggal 17 Februari, dan tidak pernah ada kendala resi. Terbukti foto resi pertama yang gw minta tidak pernah bisa dipenuhi oleh PB.

3. TP punya celah yang fatal karena bisa dimanfaatkan oleh penjual untuk mengulur waktu pengiriman. Ini bisa jadi kesempatan bagi penjual yang tidak memiliki barang ready stock, yang barangnya harus dijemput dulu entah dari mana yang membutuhkan waktu hampir sama atau sama dengan waktu maksimal proses order yang diberikan TP sebelum order ter-cancel otomatis.

4. Yang paling rugi adalah pembeli karena mereka sudah rela transfer duit buru buru dengan harapan order segera diproses dan barang segera dikirim.

5. Penjual di TP untung karena order mereka tetap ada sampai selesai dan mereka dapat rating lumayan untuk tokonya di TP.

6. TP untung karena sudah pegang duit pembeli (ya iyalah, diputerin lagi donk duitnya). Tapi begitu ditanyain pendapat ke customer service, jawabannya cuma “kemungkinan resi salah ketik” atau “coba ditanyakan langsung ke penjual” (I’ve had these answers). Hellooo… kalau solusinya cuman gitu gw ga perlu tanya elu kali…

Hati hati dengan penjual bangsat macam ini. Mereka cuma mikirin keuntungan sendiri, yang penting order tetap finish ga peduli berapa lama nyampenya, rating tetap dapat minimal 3-4 bintang lah, dan toko gw di TP ngga di block. Kejujuran urusan belakangan (gw udah ngga bisa komen tentang pelayanan yah, kalo model kasus toko online begini kurang bisa diukur pelayanannya).

Nama di Tokopedia adalah ALENG88. Silakan kalau mau coba. Mungkin bisa jadi inspirasi juga buat calon calon penjual online yang sistemnya tidak ready stock, harus belanja barang ke pasar dulu. Hah.

TSS,