Save Yourself Some Hassle by Organizing Your Contacts & Speaking Professional English | Hidup Lebih Nyaman dengan Mengatur Kontak & Berbicara Bahasa Inggris

Ah, judulnya bi-lingual (biar keren aja), tapi isinya lebih nyaman diketik pakai bahasa Indonesia, ga apa apa ya. Toh ini memang ditujukan untuk warga negara Indonesia koq, hehehe…

Jadi gini. Gw ini kesel banget dengan telepon dari nomor asing yang suka masuk ke handphone gw, begitu didengerin lebih dari 5 detik taunya telemarketing nawarin kartu kredit/asuransi/dan lain lain semirip itu. Terkadang makhluk (baca: orang) yang berbicara di ujung sana sangat annoying dan terlalu menggebu dalam menawarkan produknya, maka dari itu gw penasaran bagaimana caranya menghindari tawaran tawaran lewat telepon seperti ini.

Udah gitu banyak telepon aneh entah dari siapa, yang kalau diangkat ngga ada suaranya (hantu lagi ngetest jaringan dalam kubur, mungkin).

Dalam 2-3 bulan terakhir ini, gw rasa gw sudah hampir menemukan solusi yang cukup mumpuni, setidaknya untuk kenyamanan kehidupan gw sendiri, untuk menghindari pihak pihak tidak dikenal yang kadang suka menclok di dering handphone gw. Berikut:

  1. Pisahkan nomor telepon/handphone untuk inner circle (keluarga, teman dekat) dan outer circle (kerjaan, kolega, teman tidak terlalu dekat, musuh, perbankan, dll :D). Kalau hanya punya handphone 1, baca kembali daftar contacts yang ada di handphone anda sekarang, dan saring serta hapus nomor nomor yang sekiranya tidak pernah menghubungi/dihubungi oleh anda dalam 1 tahun terakhir. Kejam yak, tapi percaya deh, ngapain juga nyimpen nomor orang yang tidak pernah kita kontak?๐Ÿ˜€
  2. Apabila kontak anda memiliki 2 atau lebih nomor, jadikan 1 nomor sebagai primary dan hubungi mereka selalu lewat nomor utama ini. Untuk nomor telepon kantor, instansi atau bank, lakukan juga seperti itu, hanya simpan nomor utama dan nomor Customer Service-nya saja (untuk bank atau rumah sakit). Sebaliknya, sampaikan juga ke keluarga/teman/kolega anda, “eh kalau menghubungi gw, ke nomor gw xxx ya, ini nomor primary gw, simpan yang ini aja.”
  3. Sudah selesai memisahkan dan menyaring daftar kontak anda? Sekarang saatnya beraksi apabila ada nomor selain dari daftar kontak tersebut, muncul di layar handphone anda. Gw bikin format untuk diri gw sendiri seperti ini, saat gw angkat telepon dari nomor tak dikenal (level suara sopan – bukan sopran):“Good morning (atau afternoon, atau evening, tergantung jam pada hari itu), this is [nama gw], to whom am I speaking?”
    Kalimat di atas dan nadanya bisa dimodifikasi sesuai selera, misalnya ga mau terdengar profesional, tinggal ganti berlogat ghetto atau country, gitu. Kedengerannya konyol ya, kayaknya gw usaha banget buat terdengar profesional. Tapi (lagi lagi) percaya deh, kalau memang orang di ujung sana butuh bicara dengan anda, pasti mereka teruskan panggilan teleponnya, paling abis itu cuma heran aja, eh buset lu ngapain sok sok inggris segala, paling gitu. Gw udah 2 kali pakai trik ini ketika mengangkat telepon dari nomor landline yang angkanya cantik (disinyalir sebagai nomor perusahaan perbankan/afiliasi perbankan yang hobi nawarin macem macem), eh, langsung ditutup lho teleponnya, huahaha… Padahal gw kira kalau gw berlagak seperti orang asing, para telemarketing itu bakal lebih antusias karena dikira gw tabungannya banyak, hihihi… ini koq malah parno. Dan sejak gw pakai trik itu, telepon aneh aneh berkurang jauh.
    Beda dengan ketika orang kantor yang telepon, mereka ngga tutup telepon tapi ngomong, “Bu, ini dari xxx kantor xxx… minta tolong dibenerin programnya…” (eike berprofesi sebagai system support, cyin)
    Trust me, trik ini akan terus berlaku dan ampuh, selama sales kartu kredit/asuransi/dll belum fasih berbahasa asing… Eh tapi pastikan diri kita sendiri juga sudah cukup fasih dalam berkomunikasi bahasa Inggris profesional yah๐Ÿ™‚ Trus gimana kalau penelepon di ujung sana tetap ngotot? Ya tanyain aja, dari mana/ini siapa (tetep sok Inggris ya). Kalau emang nawarin kartu kredit mah, tolak saja, tetap dengan Inggris pro, hahaha…

Psst… gw cerita dikit pengalaman atasan gw. Jadi kan atasan gw sekarang ga-lak banget ya, begitu juga kalau terima telepon dari telesales perbankan. Nolaknya gini, “Pak/Bu, saya ngga tertarik. Jangan hubungi saya lagi, terima kasih!” Hehehe…menurut gw itu ngga membuat telesales menyerah, bulan depan pasti ditelepon lagi lah… ;D

Dan hal ini juga untuk melatih para telesales di berbagai bidang untuk cakap dalam berbahasa asing lho, minimal Inggris. Bukannya sombong dan merendahkan pekerjaan telesales ya, tapi dengan kondisi sekarang, negara kita sangat terbuka dengan WNA or expats, masa kita ngga mau belajar sih?๐Ÿ™‚ Setelah dipikir pikir, pelajaran bahasa Inggris dari SD sampai tamat sekolah itu ternyata manfaatnya luar biasa. Dan gw, sebagai pribadi yang memang tidak suka terlalu banyak bicara, kalau dapat telepon dari telemarketing, maunya langsung tolak aja gausah pakai dengerin dulu. Soalnya kalau didengerin, bisa setengah jam, kuping jadi panas, kerjaan ngga kelar.

Eh iya, satu lagi, trik ini juga cukup ampuh digunakan untuk telepon yang mengarah ke penipuan, kebanyakan itu yang pas kita angkat, orang di ujung sana ngomong “Lagi dimana? Masa lupa?” Mati gak lu kalau yang kayak gitu langsung disambut pake Inggris. Mo coba coba nipu apa lagi. Biasanya peneleponnya abis itu diam, ya udah tinggal kita matiin aja teleponnya.

Semoga langkah langkah di atas cukup membantu anda semua untuk mendapatkan hidup yang lebih nyaman. Hidup anda ngga bakal berubah drastis sih, apalagi kalau anda banyak hutang atau korup๐Ÿ˜€ It’s all about letting someone in or out of your life.